Song of the Day




Sunda Bitel. The One and Only Sundanese Beatles Tribute Band

Archieves

Statistics

HTML hit counter - Quick-counter.net
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Paul McCartney Jadi Vokalis Nirvana!

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, termasuk reuni superband Nirvana. Kabar tentang konser Dave Grohl, Krist Novoselic, Pat Smear (mantan gitar additional Nirvana) dengan vokal Paul McCartney sebagai pengganti Kurt Cobain benar-benar terjadi. Keempatnya berkolaborasi menampilkan aksi yang luar biasa.

Konser amal ini digelar pada tanggal 12 Desember 2012 di Madison Square Garden. Kolaborasi supergrup tersebut menampilkan sebuah lagu baru yang berjudul Cut Me Some Slack. Beberapa saat sebelum beraksi, McCartney sempat memberi beberapa kalimat sambutan untuk penonton.

"Baru-baru ini beberapa orang memintaku untuk nge-jam bersama mereka. Aku melakukannya. Dan di tengah perjalanan ini, seseorang mengatakan, 'Taukah kamu bahwa kami tidak bermain bersama dalam waktu bertahun-tahun?'," ujar Paul.


"Akhirnya aku mengerti ternyata aku berada di tengah-tengah reuni Nirvana," lanjut bassist The Beatles ini disambut tepuk tangan panjang penonton.

Setelah mengucapkan beberapa kalimat sambutan, Paul mulai memanggil para personel rekan-rekan barunya, Dave Grohl, Krist Novoselic dan Pat Smear. Single Cut Me Some Slack pun dimainkan dengan sangat gemilang oleh keempatnya.

Cut Me Some Slack rencananya bakal masuk komposisi album kompilasi bersama lagu milik musisi top lainnya seperti Bruce Springsteen, The Rolling Stones and The Who. Penasaran dengan lagu baru ini? Simak videonya di bawah ini!


sumber: Kapanlagi.com
Read more

Pameran Seni Mengenang John Lennon

Strawberry Fields Upper West Side di kota New York, di seberang bekas rumah John Lennon, dipenuhi musik, doa, dan bunga untuk mengingat salah seorang tokoh pemusik paling terkenal dalam sejarah ini. Jika masih hidup, saat ini Lennon sudah berusia 71 tahun. Ia dikenal dengan kontribusinya terhadap musik dan kemanusiaan. Banyak penggemar yang telah berkumpul.


Seorang siswi bernama Kaitlin Wilson yang ditemani saudaranya sengaja datang dari Toronto untuk ikut merayakan. "Bagi saya, lagu "Imagine" memberikan pengaruh untuk lebih bekerja dengan orang, seperti membantu dan mengerti perspektif hidup orang lain," ujarnya

Disamping musiknya, Lennon juga meninggalkan karya seni lain. Dibawah pimpinan Yoko Ono, "Gimme Some Truth" mewakilkan harapan Lennon untuk menyebarkan damai di dunia.

Rudy Siegel, Direktur Relasi Media "Gimme Some Truth" menjelaskan, "Ini kesempatan bagi dunia untuk melihat John sebagai seniman dalam arti kata sesungguhnya. Mereka datang bersama, dari usia, etnis, dan latar belakang sosial ekonomi berbeda; datang dan hadir dalam pameran untuk mendengar musik, melihat karya seni dan membayangkan kedamaian. Inilah misi kami."

Pameran juga dibuat untuk mengumpulkan dana bagi "City Meals on Wheels", organisasi nirlaba yang membantu memberi pangan pada para manula.

"Kami telah menguntungkan bank dan pantry makanan lokal di seluruh negara, dua tahun terakhir. City Meals on Wheels memberi makan para manula, jadi dua dolar yang anda sumbangkan akan menjadi makanan seharga delapan dolar," tambah Siegel.



Di sisi lain, para penggemar John Lennon mengatakan, mereka terinspirasi mendiang mantan The Beatles itu. Dan Hughes misalnya mengaku menyukai musik rock gara-gara John Lennon. "Saya bisa berdiskusi tentangnya dengan putra saya yang adalah seorang gitaris, ini berarti untuk saya," ungkapnya.

Sementara Anne Mitcheltree, salah seorang penggemar lainnya mengatakan, "Kami merindukannya, musik tidak pernah sama tanpanya. Kami tetap merindukannya, mendoakannya setiap hari."

"Gimme Some Truth" adalah acara tahunan untuk ultah John Lennon, yang menyebarkan pesan cinta dan harapan.
Sumber: NTD News, New York.
Read more

Dilelang: Demo The Beatles Yang Ditolak Decca


Demo tape The Beatles yang pernah ditolak label rekaman Decca - sebuah kesalahan terbesar dalam sejarah musik - muncul kembali dalam sebuah lelang.


Dick Row dari Decca menolak demo The Beatles yang direkam tahun baru 1961 itu dan malah mengontrak The Tremeloes. The Beatles kemudian dikontrak EMI dan akhirnya menjadi bintang kelas dunia.

Versi bootleg-nya memang banyak beredar tetapi hanya sedikit yang pernah mendengar versi rekaman asli berisi 10 lagu cover version tersebut.

Rekaman asli itu dilelang di London pada hari Selasa lalu oleh Fame Bureau, dengan harga awal £ 30 000. Harga ini tidak termasuk hak cipta atas lagu-lagu tersebut.

Sebuah foto tanpa tanggal memperlihatkan The Beatles dalam pose formal. (Handout/Reuters)

"Apple, perusahaan yang didirikan oleh The Beatles, memegang hak cipta untuk suara mereka dan jika ada yang mencoba untuk menjual materi tersebut tanpa izin, mereka pasti akan digugat," kata direktur pelaksana Fame Bureau Ted Owen, seperti dikutip The Times.

"Rekaman ini belum pernah dirilis secara resmi. Tentu saja unik dan kualitas suaranya benar-benar jernih. Kami telah berbicara dengan berbagai ahli dan ini merupakan rekaman dengan kualitas terbaik dari sesi ini."

Paul McCartney pada bas, George Harrison pada lead guitar, John Lennon pada rhythm guitar, dan Pete Best pada drum - yang belakangan dipecat dan digantikan oleh Ringo Starr - muncul pada demo tape yang direkam di studio Decca di West Hampstead, London utara ini.

Grupnya sendiri masih disebut "Silver Beatles" - sebelum berubah menjadi The Beatles - dan dilengkapi dengan daftar lagu yang ditulis tangan dan dilengkapi foto hitam putih para personil yang mengenakan jaket kulit dan berpose dengan alat musik masing-masing.

Di dalamnya antara lain terdapat lagu Money (That's What I Want), Take Good Care Of My Baby dan Till There Was You.

Manajer The Beatles Brian Epstein menyimpan rekaman tersebut dan belakanggan memberikannya kepada salah seorang eksekutif EMI. Orang itu pernah melelangnya secara pribadi pada tahun 2002 namun kini pelelangan dilakukan oleh Fame Bureau.

Sumber: http://www.timeslive.co.za/
Read more

FOTO LANGKA ABBEY ROAD

Foto-foto berikut ini merupakan kumpulan foto-foto langka yang diambil saat pemotretan untuk sampul album Abbey Road. Semuanya diambil dari koleksi Linda McCartney. Sesi pemotretan dilakukan di London pada bulan Agustus 1969.














Read more

Lukisan Karya The Beatles Siap Dilelang

Meskipun The Beatles bukan dikenal sebagai pelukis, tapi para penggemarnya pasti akan memburu lukisan langka karya The Beatles ini. Lukisan kanvas tersebut dibuat oleh Ringo, John, Paul dan George ketika mereka bersembunyi di sebuah kamar VIP di Hotel Hilton Tokyo pada tahun 1966.

Masing-masing sudut dari kanvas berukuran 30x40 itu dilukis oleh personil The Beatle yang berbeda. Judulnya "Images of a Woman," dan konon begitu selesai langsung diberikan kepada ketua klub penggemar The Beatles di Jepang.

Masing-masing personil The Beatles melukis satu sudut dari lukisan ini

Belum ada perkiraan resmi dari pihak rumah lelang Philip Weiss Auctions mengenai berapa harga lukisan tersebut. Tapi menurut pihak Paulus Frasier Collectibles, "Karya itu pernah dijual kepada seorang pedagang di Osaka dengan harga sekitar $ 191.000 pada pertengahan 1990-an dan muncul lagi pada tahun 2002 di eBay, meskipun tidak diketahui berapa harga persisnya. Sebuah laporan di koran Liverpool Echo memperkirakan lukisan tersebut berharga sekitar £ 350.000 (sekitar 5 milyar rupiah).. "

Lelang yang juga menjual karya seni Frank Zappa dan jaket yang pernah dikenakan oleh Notorious BIG ini akan digelar di Oceanside, New York pada tanggal 14 September 2012 mendatang.

Menurut Anda, kira-kira berapa ya harga lukisan ini?

Sumber: http://www.prefixmag.com
Read more

Turis The Beatles Menganggu Warga Liverpool

Bekas tempat tinggal para personil The Beatles di Liverpool kian sering dijadikan tujuan wisata. Puluhan perusahaan kini menawarkan perjalanan mengunjungi kota asal The Beatles di Inggris utara itu. Namun hal ini membuat banyak warga Liverpool mengeluh.

Mereka mengaku tak ada lagi ketenangan gara-gara wisatawan berdatangan nyaris setiap saat. Koran lokal The Liverpool Echo mewawancarai Kathleen Hughes (74) yang tinggal di Arnold Grove (tempat kelahiran George Harrison) di distrik Wavertree Liverpool. Wanita itu mengaku ngeri dengan "gerombolan orang di balik pintu". Pensiunan pekerja sosial tersebut menambahkan: "Taksi yang mengangkut turis memenuhi jalanan dan di musim panas ada ratusan taksi setiap harinya. Pada akhir pekan mereka kembali berdatangan, kadang-kadang sampai pukul dua pagi."

Taksi wisata The Beatles

"Saya tinggal sendiri dan sorotan lampu di jendela sering membuat saya ketakutan. Ngeri rasanya menyadari ada orang-orang yang tak kukenal melongokan wajah mereka di jendela dan mengetuk-ngetuk pintu sepanjang hari."

"Kalau pintu terbuka suka ada yang tidak sopan dan langsung masuk ke rumah seolah-olah ini adalah museum."

Tony Roberts (82) dan istrinya Reni (77) telah tinggal di sebelah rumah masa kecil Paul McCartney di Forthlin Road, Allerton, sejak tahun 1970. Reni mengatakan kepada The Liverpool Echo, "Kadang-kadang terdapat hingga 200 orang di luar rumah dan ini sungguh menyeramkan. Bahkan belakangan semakin bertambah dengan kian banyaknya perusahaan wisata yang baru dibuka."

"Mereka muncul sejak pukul 7 pagi dan mulai memotret di rumah. Rasanya kami seperti hidup dalam akuarium.."

Dewan Kota Liverpool mengaku memahami kekhawatiran warga dan menghimbau perusahaan perjalanan untuk "menghormati warga sekitar". (Michael Leonard - www2.gibson.com)
Read more

Dijual: Villa Tempat The Beatles Pesta LSD

Sebuah villa mewah di Beverly Hills yang menjadi salah satu tempat pesta The Beatles yang paling terkenal siap dijual - dengan tetap mempertahankan suasana psychedelic dalam balutan dekorasi retro yang digarap secara serius .

Rumah yang dibangun pada tahun 1949 di Benedict Canyon, Los Angeles ini sebelumnya dimiliki oleh Cary Grant dan Zsa Zsa Gabor dan siap dijual dengan harga $ 3,1 juta.

The Beatles menyewa rumah bergaya Spanyol seluas 4.330 kaki persegi itu dari aktris Gabor tahun 1965 pada saat tur mereka di Amerika Utara untuk digunakan sebagai tempat beristirahat dan menyembunyikan diri.

Namun setelah mengundang teman-teman selebriti ke tempat persembunyian ini, The Beatles malah mengonsumsi LSD, dan mabuk selama dua hari sekaligus menginspirasi Lennon dan McCartney menulis lagu She Said, She Said.

Mansion di LA yang siap dilepas dengan harga $ 3.1 juta ini pernah disewa oleh The Beatles pada tahun 1965

Lingkungan mewah dari villa di Lembah Benediktus adalah tempat The Beatles menggunakan LSD di tahun 60-an

Rumah mewah yang disewa oleh The Beatles ini, saat itu adalah milik aktris Zsa Zsa Gabor dan Cary Grant

The Beatles bersembunyi di rumah ini selama seminggu, mengundang teman-teman selebritas antara lain
Peter Fonda, Joan Baez dan The Byrds untuk berpesta bersama mereka

Dengan empat kamar tidur, enam kamar mandi, dua bar minuman, sebuah gudang anggur, berlantai kayu, lima perapian, enam garasi mobil, kolam renang - serta luas keseluruhan yang mencapai 2,5 hektar, rumah ini cukup leluasa untuk dipakai menikmati ekses rock and roll.

Dekorasi - dengan sofa-sofa bermotif, panel kayu dan faux-French chateau vibe - tampaknya tidak mengalami banyak perubahan sejak saat The Beatles berkunjung ke sana.

Pialang rumah Roger Perry mengatakan kepada MailOnline bahwa rumah itu ditawarkan tanggal 23 Agustus oleh Pamela Juhos pemilik saat ini.

Rumah ini disewa pada akhir Agustus 1965 oleh manajer band Brian Epstein agar The Beatles bisa beristirahat di sela-sela tur mereka.

Alamat Canyon Drive Benediktus 2850 di Beverly Hills menyebar dengan cepat di kalangan para penggemar dan tak lama kemudian dikepung oleh mereka dengan memblokir jalan dan mencoba untuk mendaki lembah curam agar bisa bertemu dengan idola mereka.

Karena terjebak di dalam rumah, The Beatles lalu mengundang teman-teman artis mereka antara lain Eleanor Bron (yang turut membintangi film Help!), Peggy Lipton dan penyanyi folk Joan Baez.

The Beatles bereksperimen dengan LSD sebelum merilis album Revolver 1966

Rumah di Beverly Hills ini dikepung oleh penggemar The Beatles di tahun 1965
sehingga mereka terjebak di dalamnya.

Rekan musisi The Byrds dan aktor Peter Fonda juga datang, hingga kejadian The Beatles - minus Paul McCartney - mengonsumsi LSD.

Genius: Album Revolver (The Beatles 1966)
Lagu She Said, She Said, belakangan disebut oleh John Lennon sebagai 'lagu bernuansa obat bius'.

Banyak yang menganggap bahwa ia terinspirasi oleh komentar Fonda ketika The Beatles dan para tamunya sedang duduk dalam bath tub kosong berukuran besar di kamar mandi utama dalam keadaan mabuk.

She Said She Said dimasukkan ke dalam album Revolver tahun 1966 - karena mereka kekurangan lagu.

Soal rekaman album ini Ringo Starr mengatakan: "Kami lebih senang berada di studio, seperti saat menggarap album Revolver dan Rubber Soul, rasanya lebih eksperimental, lagu-lagunya menjadi lebih baik dan lebih menarik."

"Jadi, kami pun melakukannya di sana."

Revolver masuk tangga lagu nomor satu di Inggris dan AS, bertengger di sana masing-masing selama tujuh dan enam minggu.

The Beatles mengundang teman-teman musisi dan aktor - diantaranya bintang Easy Rider
Peter Fonda - ke rumah sewaan mereka di California Hills.

The Beatles telah mendunia pada tahun 1965 dan tur Amerika Utara pada tahun itu salah satunya adalah
penampilan mereka di Hollywood Bowl. Villa ini seharusnya bisa dijadikan tempat mereka bersembunyi ...
tapi para penggemar menemukannya

John Lennon mengatakan bahwa komentar Peter Fonda ketika ia sedang mabuk di rumah itu
menyebabkan terciptanya lirik lagu She Said, She Said.


The Beatles terjebak di rumah ini setelah penggemar menemukan alamat vila tersebut dan mengepung mereka

Album ketujuh The Beatles versi studio ini dianggap sebagai salah satu prestasi terbesar musik mereka dan terus menerus masuk dalam daftar album terbaik sepanjang masa.

Ketika ditanya tentang pengaruh obat bius dalam musik mereka, John Lennon mengatakan kepada wartawan di tahun 1972: "Obat-obatan tidak membuat Anda menulis lebih baik. Saya tidak pernah menulis karya yang lebih baik hanya gara-gara di bawah pengaruh atau tidak di bawah terpengaruh obat bius."

Properti ini terdaftar di Hauteliving.com, satu dari beberapa rumah paling mewah di pasaran dunia.

Manajer The Beatles Brian Epstein menyewa rumah dari Zsa Zsa Gabor agar band ini bisa beristirahat
di sela-sela tur mereka di Amerika Utara

The Beatles mencoba untuk bersembunyi di rumah ini tapi para penggemar setia mencoba menyeberangi
lembah di belakang villa untuk menemui mereka.

Sumber: Louise Boyle - http://www.dailymail.co.uk
Read more

Salon The Beatles di Brazil

Salon potong rambut di Buenos Aires ini terlihat seperti salon biasa. Yang membuatnya unik adalah salon ini hanya melayani tamu yang menginginkan potongan rambut model Beatles. Hal itu tercermin dari dinding salonnya yang dipenuhi dengan foto John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr.

"Favorit saya adalah potongan rambut Paul McCartney saat melakukan tour bertajuk Band on The Run di tahun 74. Pendek di kedua sisi, panjang di bagian belakang. Ini juga potongan yang paling sering diminta pelanggan," ungkap Gerardo Weiss, sang pemilik salon.


Awalnya, salon yang diberi nama Beatlesque ini terlihat cukup radikal bagi para warga. Weiss mengaku cukup sulit untuk meyakinkan para pelanggan bahwa potongan rambut Beatles masih keren, walaupun band ini berasal dari tahun 1960-an.

Namun perlahan-lahan, orang-orang dari luar Buenos Aires dan bahkan dari luar negeri mulai berdatangan. Salah satunya adalah Mario Genua. Ia meminta rambutnya ditata seperti John Lennon tahun 1964, mengembang di atas dan sisi.

"Ada banyak fans The Beatles di setiap lingkungan. Ada banyak di sini. Saya memberitahu teman-teman yang adalah fans Beatles. Mereka datang dan menyukai hasilnya," ujar Genua.

Weiss belum berencana untuk mengembangkan bisnisnya ke lingkungan yang lebih trendi, atau ke pusat kota yang ramai akan turis. Mimpinya hanya satu: melestarikan gaya potongan rambut Beatles.

Berikut adalah video wawancara dengan sang pemilik salon.


Sumber: New Tang Dynasty Television (NTD)
Read more

Paul Senang The Beatles Tidak Jadi Reuni

Paul McCartney - salah satu dari dua anggota The Beatles yang masih hidup (satunya lagi adalah Ringo Starr) - berpendapat bahwa jika mereka reuni justru akan merusak kenangan mereka.

Dia mengatakan: "Kami menyadari bahwa The Beatles itu satu kesatuan yang utuh. Ketika mendapat tawaran untuk reuni, kami mengatakan, 'Itu tidak akan berhasil.' Karena periode ketika kami masih utuh sebagai The Beatles benar-benar hebat dan kami tidak ingin merusaknya."

"Lagipula, saya tidak suka memaksakan diri untuk melakukan apa yang kami lakukan di zaman keemasan paadahal kondisi kami sudah semakin tua."

Setiap kali Paul melihat kembali apa yang telah ditorehkan oleh The Beatles, kadang-kadang ia tak percaya bahwa dirinya menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Kepada majalah Shortlist ia mengungkapkan: "Sungguh menakjubkan bagi saya untuk menyanyikan lagu-lagu yang ditulis oleh seorang pria berusia 24-tahun. Dan saat menyanyikannya, saya berpikir, 'Dia penulis lagu yang sangat baik. Dia tidak buruk. Band ini juga tidak buruk.' Jadi saya mengapresiasinya dengan cara seolah-olah itu bukan diri saya. Tapi tentu saja saya menyadari itu adalah saya. Dan saya sangat senang dengan kenyataan itu."

Sebuah reuni yang benar-benar utuh memang tidak mungkin dilakukan setelah terbunuhnya penyanyi-dan-gitaris John Lennon pada tahun 1980. Apalagi setelah anggota keempat dari band tersebut, George Harrison, juga meninggal akibat kanker pada tahun 2001.
Read more

Koleksi Baru The Beatles versi iTunes

Sebuah kompilasi baru berisi 14 lagu The Beatles yang dianggap paling berpengaruh dari sisi musik, sosial maupun politik dirilis Selasa lalu (24/07/2012) dalam format musik digital iTunes yang eksklusif. Koleksi bertajuk "Tomorrow Never Knows" ini mencakup hampir seluruh perjalanan karier rekaman kelompok tersebut, mulai dari “You Can’t Do That” di tahun 1964 hingga “I’ve Got a Feeling” dari album terakhir "Let It Be" yang dirilis tahun 1970.


Dalam album ini juga terdapat antara lain lagu “Revolution,” “Paperback Writer,” “And Your Bird Can Sing” serta "Hey Bulldog" dari 12 komposisi karya John Lennon-Paul McCartney, ditambah 2 karya George Harrison, “It’s All Too Much” and “Savoy Truffle”. Judul “Tomorrow Never Knows” dipilih berkaitan dengan popularitas lagu dari album "Revolver" tersebut belakangan ini, setelah muncul dalam film serial TV "Mad Men. "

Jika membeli per lagu harganya adalah $ 1,29, tapi jika membeli satu album "Tomorrow Never Knows" yang berisi 14 lagu harganya hanya $ 7,99, karena mendapat potongan harga sebesar 56 persen. Menurut juru bicara EMI dan Capitol Records, tidak ada rencana untuk merilis versi CD atau vinyl.
Read more

Pameran Lukisan The Beatles

Nucleus Art Gallery di Alhambra memperingai hari jadi ke 50 The Beatles dengan menggelar pameran seni bertajuk “All Together Now: A Tribute to the Beatles” pada hari Jum'at pekan lalu, 13 Juli 2012.

Berikut ini adalah sebagian dari lukisan yang dipamerkan.









Source: SGV Tribune
Photo by: Sarah Reingewirtz
Read more

Foto Abbey Road Versi Lain

Siapa yang tak kenal foto legendaris ini? Foto yang menggambarkan keempat personil The Beatles sedang menyeberangi jalan ini membuat nama Abbey Road sangat termasyhur. Setelah kematian John Lennon, beredar berbagai cerita mengenai foto tersebut. Msalnya saja ramalan kematian John karena ia yang memakai setelan jas warna putih dan berjalan paling depan.



Tetapi, tidak banyak yang tahu, ada versi lain dari foto tersebut. Tentu saja, sama orisinilnya. Alias, juga diambil oleh fotografer Ian MacMillan. Coba amati versi cover album ABBEY ROAD yang dirilis tahun 1969, sekaligus menjadi album terakhir The Beatles dalam format utuh.


Perbedaan paling jelas, tentu saja arah. Di cover album, mereka berjalan dengan John Lennon tetap terdepan, dari kiri ke kanan. Sementara di foto kedua, mereka berjalan dari kanan ke kiri. Paul McCartney terlihat memakai sandal di foto kedua, bukannya bertelanjang kaki. Perhatikan pula bahwa rokok yang dipegangnya di foto pertama sudah tidak tampak di foto kedua. Mungkin sudah habis dihisap?

Sepertinya memang foto rare ini diambil di sesi yang berbeda. Ketika foto itu dilelang di Inggris, permintaan melonjak sangat tinggi. Dibuka dengan harga £9,000 atau sekitar 132 juta rupiah, penawaran menjadi sengit dan berakhir pada £16,000 atau sekitar 234 juta. Hanya dalam waktu kurang dari 1 menit!

The Beatles memang luar biasa!

Read more

Beatles Bubar, Paul Gusar


Sebuah pengakuan baru dari salah satu personel asli The Beatles! Paul McCartney menceritakan kekecewaannya ketika band yang mengubah kultur pop dunia itu memutuskan mengakhiri kebersamaan mereka.

Sang legenda yang bulan ini akan berusia 70 tahun berkata, "Saat itu aku punya masalah dengan alkohol. Aku sedang memegang sebotol wiski, dan aku begitu emosional, aku melempar botol itu sampai berkeping-keping," ujarnya.

Bubarnya The Beatles berdampak sangat buruk terhadap Paul sehingga istri pertamanya, Linda, amat khawatir. Bahkan, sepanjang tahun Paul tak bisa menulis satu lagu pun.

"Berat sekali, masa yang begitu berat. Jadi Linda dan aku serta anak-anak harus melarikan diri, bersembunyi. Tetapi semua kerepotan di luar sana masih terjadi," kata Paul, merujuk pada banyaknya media yang harus dihadapi kala itu.

"Aku melaluinya, akhirnya. Linda berkata padaku, 'dengar, kau harus tenang' dan itu berhasil," kenang Paul yang mendapat gelar Sir atas sumbangsih seninya kepada Inggris. (kapanlagi.com)
Read more